Senin, 03 September 2012

Just like July last year.


Ya,mungkin kamu terus terusan janji. Aku tau kok, kamu belum niat serius. Aku tau dari awal kita mulai. Bahkan, aku sudah janji pada diriku sendiri untuk tidak menganggap kamu hanya mempermainkanku, jika suatu saat nanti kamu meninggalkanku tanpa ucapan perpisahan.

Awalnya aku sudah membangun dinding pertahanan agar aku tidak terjatuh lagi pada lubang yang sama, agar aku tidak menaruh hati padamu lagi, dan aku juga tidak akan membiarkanmu mengembalikan semua memori dan perasaanku dulu,yang sudah aku pendam rapat-rapat,

Kamu hadir lagi, dan memberikan semua perhatianmu yang dulu pernah kamu lakukan. Aku bertahan pada pendirianku. Kamu belum mundur, kamu malah terus-terusan mencoba menaklukan ku lagi. Tapi aku tetap pada pendirianku.

Usahamu kali ini sangat berbeda. Kamu memperlakukanku layaknya lebih dari sekedar teman. Ya, kali ini kamu berhasil meruntuhkan dinding pertahananku. Semua ajakan nonton, telfon darimu, dan ucapan yg kamu berikan setiap pagi dan malam, sangat berhasil meruntuhkan dinding pertahananku.

Sampai pada perpisahan minggu lalu, kamu mengucapkan salam perpisahan. Kamu bilang kamu akan mengabari ku lagi lewat jejaring social jika kamu mempunyai waktu luang. Kamu tau apa yang aku lakukan? aku nungguin. Kamu muncul,tapi ga muncul untuk ngabarin aku. Maaf,aku emang terlalu berharap sama kamu. Aku terlalu menggantungkan kebahagiaan ku di tanganmu.

Tapi kamu hadir lagi, hari ini. Hari dimana kamu tau bahwa aku telah memilih yg lain.Kenapa kamu selalu hadir disaat aku ingin menjauh darimu? Apa kamu gamau kehilangan aku? Kamu egois.

Tapi aku berterima kasih sama kamu. Terima kasih sudah membawaku lagi ke dalam memori yang aku rindukan. Terima kasih sudah bantu aku mewujudkan keinginan ku, yaitu sebagian rasaku yang ingin kembali masa lalu. Terima kasih sudah membawa ku ke euforia masa lalu, dan menikmatinya. Terima kasih, telah mewujudkan mimpiku yang kukira hanya sekedar angan. Terima kasih, kamu :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar