Senin, 10 September 2012

Entah disebut bodoh atau setia.

Aku siap jika suatu hari nanti kamu hanya diam membisu, lalu membuka langkah lebar dan berjalan ke belakang. Aku siap jika nanti kamu berhenti dan menatapku dengan tatapan kosong, lalu menyunggingkan seulas senyum perpisahan. Aku siap jika nanti aku melihatmu tersenyum bersama orang lain. Bahkan aku siap jika suatu hari nanti kita bertemu lagi, hanya akan terlihat 2 orang yang  tidak saling mengenal, dan kenangan manis berputar-putar di kepala bagaikan sekeping cd tua nan usang yang diputar kembali. Dan jika kalimat terakhir tadi terjadi, aku akan menyimpan perasaanku dalam-dalam. Aku tidak akan membuangnya. Aku hanya menyimpannya dalam jangka waktu lama. Entah itu akan memudar dan usang, atau justru akan kembali lagi. Biar waktu yang menjawab semua teka-teki ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar