istrinya kurang pengertian. Ana k-anak menganggap orang tuanya
kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa
diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan
berarti kita berhenti berusaha dan berkarya..
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi,
mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita
melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita
dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita
hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Belajarlah untuk berkata "Cukup"
Aku tak suka bibirku..kurang seksi. Aku ingin seperti Angelina Jolie.
Di saat yang sama seseorang berharap...
Tuhan, berikanlah aku bibir yang normal...
Aku ingin mataku berwarna biru..Akan lebih cantik bila aku punya mata berwarna biru..
Di saat yang sama seseorang berharap..
Tuhan, kenapa kau tidak berikan aku sepasang mata untuk melihat...
Aku oleskan pewarna dan kurawat jari-jariku agar selalu tampil cantik
Di saat yang sama seseorang bersyukur...
Tuhan, kau hanya berikan aku 4 jari, namun aku mensyukurinya.
Aku akan ke salon, creambath dan hairspa agar rambutku tampil cantik
Di saat yang sama seseorang menangis..
Tuhan, kenapa aku diberikan kepala dengan ukuran yang berbeda. ..
Kalau seperti ini, rambut seperti apapun akan terlihat aneh...
jadi, syukurilah apa yg telah Tuhan berikan pada kita, walaupun itu hanya SEMENTARA....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar